“Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap diri-Ku”

Aku bersamanya ketika dia berzikir (mengingat atau menyebut-Ku). Jika berdzikir di dalam hatinya, maka Aku mengingatnya di dalam hati-Ku.

Jika dia mengingat-Ku dalam suatu jamaah, maka Aku akan mengingatnya dalam jamaah yang lebih baik dari jamaahnya (di dunia).

Jika dia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta.

Jika dia mendekat pada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya selengan

Jika dia mendekati-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendekatinya dengan berlari”

jangan pernah merasa sendiri, karena Allah itu dekat…..^-^

Manakah yang paling penting antara Kuantitas dan Kualitas? Dalam banyak hal keduanya diharapkan dalam porsi yang sama dan seimbang. Tapi dalam perjalanan kehidupan sangat sering kita dihadapkan pada fakta bahwa kita harus memilih dari antara keduanya.

Joe dan Angela bertemu secara tak sengaja di sebuah karnaval tahunan yang diadakan setiap liburan musim panas dikota tempat kelahiran Angela. Perkenalan yang berlanjut pada temu makan malam dan kebersamaan yang penuh tawa dan bahagia seakan segalanya akan berlangsung selamanya. Banyak hal yang mereka alami dalam kebersamaan mereka. Hal-hal indah yang menyatukan hati dan pandangan mereka.

Dua hari sebelum liburan musim panas berakhir Angela jatuh sakit. Dokter memberikan memberikan obat penghilang rasa sakit karena tak ada lagi yang dapat dilakukan untuk memerangi kanker yang menggerogoti Angela dari dalam. Satu hal yang tak diketahui Joe bahwa itu adalah liburan musim panas terakhir bagi Angela sebelum batas waktu secara medis itu tiba.

(more…)

Sebuah kado bagi yang telah menikah:
Semoga mensyukuri kehidupan pernikahan

Menjelang istirahat suatu kursus pelatihan, sang pengajar mengajak para peserta untuk melakukan suatu permainan. “Siapakah orang yang paling penting dalam hidup Anda?”

Pengajar meminta bantuan seorang peserta maju ke depan kelas. ” Silakan tulis 20 nama yang paling dekat dengan kehidupan Anda saat ini”. Peserta perempuan itu pun menuliskan 20 nama di papan tulis. Ada nama tetangga, teman sekantor, saudara, orang-orang terkasih dan lainnya.

Kemudian pengajar itu menyilakan memilih, dengan mencoret satu nama yang dianggap tidak penting. Lalu siswi itu mencoret satu nama, tetangganya. Selanjutnya pengajar itu menyilakan lagi siswinya mencoret satu nama yang tersisa, dan siswi itu pun melakukannya, sekarang ia mencoret nama teman sekantornya. Begitu seterusnya.

Sampai pada akhirnya di papan tulis hanya tersisa 3 nama. Nama orang tuanya, nama suami serta nama anaknya.

Di dalam kelas tiba-tiba terasa begitu sunyi. (more…)

Laki-laki itu datang ke sebuah pesta, meskipun penampilannya tidak jauh berbeda dengan laki-laki lain yang datang. Namun kelihatannya tidak seorangpun tertarik padanya, ia lalu memperhatikan seorang gadis yang dari tadi dikelilingi banyak orang. Di akhir pesta itu ia memberanikan diri mengundang gadis itu untuk menemaninya minum kopi.

Karena kelihatannya laki-laki itu menunjukkan sikap yang sopan, gadis itu pun memenuhi undangannya. Mereka berdua kini duduk di sebuah warung kopi. Warung kopi yang enak…

Begitu gugupnya laki-laki itu sehingga ia tidak tahu bagaimana memulai sebuah percakapan. Tiba-tiba ia berkata kepada pelayan ”Dapatkah engkau memberiku sedikit garam untuk kopiku”. Dan seketika orang yang berada disekitarnya memandang keheranan. Wajahnya merah seketika, tetapi ia tetap memasukkan garam itu ke dalam kopinya lalu meminumnya….. (more…)

“BT nih tih harus kejar target performance, maklum akhir tahun”…..

“duh capek, akhir tahun banyak kerjaan”….

Gak sedikit orang yang mengeluh menjelang akhir tahun, banyak  yang dikejar kerjaan, belum lagi yang biasa ngurusin masalah keuangan harus bikin laporan keuangan, penggunaan anggaran dari awal sampai akhir tahun. Suasana kerja agak sedikit “hectic” begitupun dengan orang-orangnya yang “hmmm….hmmm, sedikit2 terbawa emosi”. Baik di swasta maupun instansi pemerintah pun sama saja bedanya kalo diswasta biasanya suka dapet “bonus akhir tahun”….klo di pemerintahan gak ada.

Tapi haruskah kejadian2 tersebut (dikejar deadline, suasana tegang, orang2 penuh dgn emosi) slalu terjadi di akhir tahun? hmmmm…. sbenernya tidak sih, kalo perencanaan nya bagus dan didukung oleh komitmen dari masing2 anggota tim maka kegiatan atau program kerja akan terlaksana dengan baik dan insyaAllah hasilnya pun optimal, bedakan klo kita ngerjain sesuatu dadakan pasti hasilnya tidak terlalu sempurna. Intinya jangan ngerjain kerjaan pas deket2 deadline, menunda pekerjaan sama dengan menumpuk penderitaan….

Trus trik menghadapi orang-orang yang lagi emosi atau yang biasanya dia ramah trus brubah jadi tidak ramah … yah disabarin ajah, jangan mudah tersinggung, qta harus siap menghadapi orang dalam kondisi apapun …hadapi dengan senyuman n tetep positive thinking. Cheers up girl…^-^

Hal yang sangat menyedihkan adalah saat kau jujur pada temanmu, dia berdusta padamu. Saat dia telah berjanji padamu, dia mengingkarinya. Saat kau memberikan perhatian, dia tidak menghargainya.

Hal yang sangat menyakitkan adalah saat kau mengirimkan e-mail pada temanmu, dia menghapus tanpa membacanya. Saat kau membutuhkan jawaban dari e-mailmu, dia tidak menjawab dan mengacuhkannya. Saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura-pura tidak melihatmu. Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintamu. Saat dia yang kau sayangi tiba-tiba memutuskan hubungannya denganmu.

Hal yang sangat mengecewakan adalah kau dibutuhkan hanya pada saat dia dalam kesulitan. Saat kau bersikap ramah, dia terkadang bersikap sinis padamu. Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu.

Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu. Sebenarnya hal-hal yang kau alami sedang mengajarimu.

Saat temanmu berdusta padamu atau tidak menepati janjinya padamu atau dia tidak menghargai perhatian yang kau berikan. Sebenarnya dia telah mengajarimu agar kau tidak berprilaku seperti dia.
(more…)

Hari ini sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak bisa berkata-kata sama sekali.

Sebelum kita mengeluh tetang rasa dari makanan kita, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum kita mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kita mengeluh bahwa Anda mungkin buruk, pikirkan tentang seseorang yang ada pada tingkat yang terburuk dalam hidupnya.

Sebelum kita mengeluh tentang pasangan kita, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepaada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

Hari ini… (more…)

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Dia duduk dan mengamati selama beberapa jam kupu-kupu dalam kepompong itu ketika dia berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian sang kupu-kupu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh yang gembung dan kecil, serta sayap-sayap yang mengerut. Orang tersebut terus mengamatinya, karena dia berharap bahwa pada suatu saat, sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya. Sayang, semuanya tak pernah terjadi.

Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil tersebut adalah cara Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya. Sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang, perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin malah melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.

Saya memohon kekuatan, dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.

Saya memohon kebijakan, dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.

Saya memohon kemakmuran, dan Tuhan memberi saya otak dan tenaga untuk bekerja.

Saya memohon keteguhan hati, dan Tuhan memberi saya bahaya untuk diatasi.

Saya memohon cinta, dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.

Saya memohon kemurahan/kebaikan hati, dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan.

Saya tidak memperoleh yang saya inginkan, saya mendapatkan segala yang saya butuhkan.

====================================================================

(diambil dari malajah Paras’ No.20/Tahun II Mei 2005)

Tak ada orang yang bisa menyenangkan semua orang. Terkadang atau mungkin sering, kita menerima kado yang tidak kita suka. Lalu, hendak kita apakan hadiah yang tak berkenan di diri kita itu? Bingung? Untuk berkompromi dengan pemberian yang tak sesuai dengan selera kita, ada sejumlah saran.

1. Tanamkanlah rasa terima kasih di diri kita, lepas dari kita suka atau tidak akan hadiah itu. Hargailah si pemberi yang sudah mencurahkan perhatian serta membelanjakan waktu dan uangnya untuk kita, seburuk apapun seleranya.

2. Camkanlah bahwa pemilihan yang dilakukan oleh si pemberi atas barang itu bersifat sangat subyektif, bergantung kepada cita rasa pribadinya.

3. Kado itu dari siapa? Kalau yang memberinya orang-orang tersayang kita, seperti anak atau kakek-nenek kita, pertahankanlah hadiah tersebut karena alasan sentimentalnya. Kita kan tak akan mati cuma gara-gara sekali-sekali mengenakan sweater bergambar teddy bear demi menyenangkan hati mereka?

4. Jangan menghadiahi lagi pemberian yang kita tidak suka kepada orang-orang lain yang kita sayangi. Lebih baik anda menyumbangkannya dalam rangka aksi amal.

5. Namun, yang lebih penting dari semua itu, bagaimanapun cara kita menyingkirkan kado itu, kita akan mengguncang si pemberi ketika ia tahu. Betapa tidak? Ia merasa telah membuat sebuah pilihan yang bagus. Seberapa sih kita rugi kalau mendapat sesuatu yang bukan kesukaan kita, dibandingkan dengan jika kita menimbulkan masalah dan membuat sakit hati si pemberi?

from : ind siesta

wah, dah lama ni gw gak ngisi ini blog. Akhir-akhir ini dah mulai sibuk, dah mulai ngerasain deadline, meskipun gak se “hactic” dulu. Cuma pgen cerita tentang kejadian yg terjadi akhir-akhir ini, yup beberapa hari yang lalu gw dpet kritik dri temen, kalo gw ternyata cuma pinter secara teori tapi praktek gak da apa2nya. Sempet sedih juga sih nerima kritikan itu bukan karena gak mau nerima kritik, tpi ini bkn pertama kalinya gw dikritik tentang hal yang sama, gw sedih karena masih juga blm merubah sikap.

Teori dah banyak didapet dari buku, artikel, tausiyah, wah bnyak deh, tpi apalah arti sebuah ilmu kalo tidak diamalkan.

“Hendaklah kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita habiskan. Bukan dari tumpukan naskah yang dihasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut dlm diskusi tak putus yang kita jalani. Tapi dari amal yang keluar dari setiap desah nafas kita” (Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah).

Hmm, i’m not a perfect person, but i will try to be a good person. Tiada hari tanpa belajar, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Semua kritikan yang sampai kepada diriku ini, semua karena kehendakMU, dan sebagai bukti kasih sayangMu kepada setiap mahlukNya. GENBATE girl…..

Next Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.